Jumat, 25 November 2011

Demo Buruh Rusuh Batam Siaga Satu

Jum'at, 25 November 2011 , 03:50:00

Mobil plat merah di depan RM Rawon Setan digulingkan dan dibakar oleh buruh yang berkeliling setelah demo di Pemko Medan, Kamis (24/11). Foto: Wijaya Satria/Batam Pos
BATAM - Batam ditetapkan siaga satu oleh Polresta Barelang menyusul kerusuhan Kamis (24/11) kemarin. Menurut Pjs, Kapolresta Barelang, Yohannes Widodo, status siaga tersebut mutlak harus ditetapkan. Sebab, dalam demo buruh yang berakhir rusuh, mereka sudah berbuat diluar batas dengan membakar dan merusak seluruh pos polisi yang ada.

"Sikap tersebut kita ambil guna mengembalikan kondisi Batam kembali kondusif seperti semula," ujar Yohannes. Yohannes sendiri berharap, agar perwakilan aliansi buruh bisa menginstruksikan belasan ribu buruh tak kembali berdemo. Sebab, kalaupun dipaksakan  turun lagi ke Pemko Batam dengan jumlah yang sama, bisa dipastikan kan rusuh lagi.

"Sebaiknya kalau mau berunding dengan Walikota, melalui perwakilan saja, bukan malah membawa belasan ribu massa yang akhirnya mereka sendiri tak dapat mengendalikan massanya yang brutal," kata Yohannes.

Batam Pos (Grup JPNN) mendapat bocoran informasi dari salah seorang anggota polisi, bila hari ini masih ada aksi serupa, Polresta Barelang akan mendapat bantuan personel dari Polresta Tanjungpinang dan Bintan.

Apakah ada instruksi tembak ditempat seandainya demo buruh kembali rusuh? Yohannes menegaskan instruksi tembak ditempat tak akan diberlakukan. "Saya masih percaya dengan koordinator aksi dari belasan ribu buruh bisa membuat anggotanya berpikir jernih untuk tak membuat onar," katanya.

Adanya demo rusuh selama dua hari di Batam, sempat memunculkan isu, akan ada sweeping besar-besaran dari para buruh pendemo terhadap pegawai Pemko yang memakai batik atau baju safari. Namun, isu itu, kata Yohannes pastinya dari kepolisian akan memback-up masyarakat dalam bentuk pengamanan agar isu itu tak muncul sungguhan.

Sedangkan, ketua SPSI Batam, Syaiful Badri, berharap ribuan buruh yang sudah berdemo, agar hari ini tak turun lagi guna mengantisipasi keamanan terhadap para buruh. Pantauan Batam Pos di lapangan, patroli kepolisian masih berkeliaran dijalan-jalan, mengantisipasi adanya kerusuhan susulan lagi nantinya.

Setelah bubar dari Kantor Wali Kota Batam, pendemo ternyata masih melanjutkan aksinya. Mereka merusak seluruh pos polisi dan fasilitas umum yang ada di sejumlah titik.

Di Simpang Kabil, massa merusak pos polisi dan membakar satu unit mobil patroli dan satu unit motor milik polisi. Persitiwa serupa juga terjadi di Simpang Dam dan Simpang Panbil, Mukakuning. Di sana massa juga membakar dua unit kendaraan pelat merah.

Massa juga merusak sejumlah pos dan kantor polisi di seluruh wilayah di Batam. Mulai di Nagoya, Batuaji, Sekupang, Simpang Jam dan lain sebagainya. Pos Satpol PP di sejumah titik juga dirusak dan dibakar massa.

Sebaliknya, aparat polisi juga menggelar sweeping di sejumlah titik. Di BAtuampar, polisi menangkap sedikitnya lima karyawan McDermott. Padahal mereka baru saja pulang kerja.

Tak hanya ditangkap, polisi juga menyiksa para pekerja tak berdosa itu. Sejumlah pekerja mengalami luka serius di bagian kepala. Parahnya lagi, polisi juga merusak kendaraan milik para pekerja McDermott.

Terpisah, jajaran polisi juga sweeping di wilayah Sekupang, Batuaji dan Mukakuning. Dengan iring-iringan 10 kendaraan, terdiri dari tiga mobil polisi, empat truk polisi, satu unit water canon dan dua unit mobil pemadam kebakaran, aparat berkeliling Batam.

Jhoni Simbolon, 33, warga Ruli Sukajadi menjadi korban dalam insiden unjuk rasa pembakaran Pos Polisi di Simpang Kabil, Kamis (24/11) siang. Kepala buruh bangunan itu bocor di kepalanya dengan 30 jahitan akibat di pukul pakai popor senapan oleh satuan anggota Brimob di Simpang kabil. Kedua tangannya juga patah akibat dikeroyok polisi.

Frengki Purban, rekan korban mengatakan siang kemarin mereka berdua sedang berjalan dari rumah ke arah Kabil nongsa dengan berjalan kaki. Namun sialnya tiba di simpang kabil suasana sedang memanas karena aksi bakaran pengunjuk rasa ke Pos Polisi. Begitu lewat di lampuh merah sebelah kiri dari arah Baloi dekat Pospol, tiba-tiba Jhoni langsung didatangi oleh seorang anggota Brimob.

"Tanpa banyak tanya, adik saya ini digebuk pakai popor, kepalanya pecah 30 jahitan, tangannya juga patah diinjak-injak Brimob lainnya," ujar Frengki saat berada di rumah sakit Chamanta Sahidiya Mukakuning mengantar Frengki.

Pemuda lajang itu masih belum sadar hingga kemarin sore. Dan beruntung saat digebuk anggota Brimob, Frengki diselamatkan oleg anggota Provos.
"Sepertintya anggota Brimob ini mau bunuh adik saya. Padahal kami tak tahu apa-apa dengan hal ini," sebut Frengki. (gas/par/eja/hsl/cr12)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar